FAKTA DI BALIK PENDIDIKAN DI INDONESIA

Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk yang sangat banyak. Angka kelahiran setiap tahunnya pun bertambah sehingga semakin banyak populasi dar tahun ketahun. Dengan angka kelahiran yang tinggi ini diharapkan generasi muda Indonesia bisa menjadi orang-orang hebat yang bisa menjalankan Indonesia menjadi negara yang lebih baik lagi.

Untuk bisa mewujudkan itu semua ada hal penting yang harus dilakukan yaitu dengan mengikuti pendidikan. Sesuai dengan isi dari Undang-Undang Dasar yang dimana tujuan negara yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan juga sudah tercantum dalam pasal 31 ayat 1 tentang hak warga negara dalam memperoleh pendidikan. Dengan pendidikan tersebut tentunya akan menciptakan manusia yang lebih berwawasan serta memiliki karakter yang kuat untuk bisa membentuk pribadi yang hebat.

Berbicara tentang pendidikan di Indonesia, memang banyak sekali pro kontra terhadap segala sistem didalamnya. Belum lagi banyak fakta-fakta unik yang bahkan kita pun belum pernah tahu sebelumnya. Yuk kita bahas sama-sama….

Bagi yang belum tahu, sekitar tahun 1960an negara kita sempat menjadi kiblat pendidikan Malaysia dengan mengirimkan beberapa guru kesana. Pada waktu itu bisa dibilang Malaysia tak banyak memiliki guru yang berkualitas sehingga Indonesia sebagai negara tetangga membantu. Beberapa murid-murid disana pun datang ke Indonesia untuk mendapat pendidikan yang baik.

Namun semakin lama, kualitas pendidikan di Indonesia terbilang rendah jika dibanding beberapa tahun yang lalu. Apalagi sekarang banyak anak-anak pedalaman yang tak bisa mendapat pendidikan dengan baik. Banyak juga guru-guru yang tidak digaji dan masih banyak sekolah-sekolah yang kekurangan guru. Belum lagi banyak guru yang memaksakan dirinya untuk mengajar diluar kemampuannya.

Di setiap negara pun pasti memiliki sistem pendidikan dengan kurikulum yang berbeda. Kurikulum ini merupakan program yang dibuat untuk menyelanggarakn pendidikan sesuai dengan tingkatannya. Kurikulum sendiri sudah berganti 9 kali dimulai dari kurikulum 1947 dan yang terakhir berakhir di kurikulum 2013.

Dibalik kurikulum yang selalu berganti tentunya ada perubahan-perubahan sistem atau program didalamnya. Kurikulum yang terakhir ini dianggap paling sulit dan kurang cocok untuk diterapkan di Indonesia. Dengan begitu beban anak-anak semakin besar dan malah membuatnya tidak mengerti apapun. Harusnya hal ini menjadi pertimbangan pemerintah untuk mengevaluasi bagaimana baiknya untuk sistem pendidikan ini. Sehingga tujuan dari mencerdaskan kehidupan bangs aitu bisa terlaksana dengan baik.

Fakta lainnya mungkin yang tak disadari oleh banyak orang yaitu terdapat biaya pendidikan yang tinggi. Masalah ini belum bisa dituntaskan dari dulu hingga sekarang, meskipun sekolah negeri itu gratis tapi masih saja banyak anak-anak yang harus putus sekolah karena keadaan ekonomi. Pendidikan di tingkat perkualiahan juga bisa hingga berjuta-juta sehingga banyak yang harus berhenti begitu saja padahal mereka sangat menginginkan kuliah.

Indonesia juga menjadi salah satu negara yang memiliki angka putus sekolah sangat tinggi dan sampai sekarang masih belum bisa diatasi. Banyak faktor yang membuat kondisi ini terjadi dan yang lebih mirisnya lagi, angka ini mencapai hingga 60 persen dan mendekati Tiongkok. Tapi dibalik itu semua ada hal baik yang perlu kalian tahu, bahwa di tahun 2017 Indonesia mendapat penghargaan dari UNESCO menjadi negara yang memiliki kemajuan secara signifikan terhadap pendidikan. Penghargaan ini patut di apresiasi dan harus tetap dipertahankan, namun alangkah lebih baiknya bila ditingkatkan kembali.

Dengan fakta dan kondisi seperti itu, selaku anak-anak penerus bangsa kita harus lebih sadar dan aware terhadap negara kita. Setidaknya dengan belajar yang rajin akan membantu Indonesia melahirkan orang-orang yang hebat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *