Faktor dan 7 Masalah Pendidikan di Indonesia

Faktor dan 7 Masalah Pendidikan di Indonesia

Seperti yang kita ketahui bersama, pendidikan adalah tonggak kemajuan bangsa. Oleh karena itu suatu bangsa bisa dikatakan maju, jika pendidikannya tertata dengan baik.

Namun nyatanya, Indonesia merupakan negara berkembang yang masih memiliki masalah besar yang berhubungan dengan pendidikan. Padahal dalam UUD 1945 terdapat kalimat “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa” yang seharusnya dapat dijadikan pedoman utama dalam perkembangan serta pembangunan di negara kita ini. Lalu sebenarnya apa saja latar belakang masalah pendidikan di Indonesia?

Nah, berikut ini adalah beberapa faktor dan masalah yang menyebabkan pendidikan di Indonesia sulit untuk bisa berkembang maju. Yuk langsung saja simak artikel ini sampai habis.

Faktor yang Menyebabkan Pendidikan di Indonesia Tidak Bisa Berkembang

  1. Biaya pendidikan yang Mahal

biaya pendidikan yang mahalFaktor pertama yang menyebabkan masalah mendasar pendidikan di Indonesia adalah faktor biaya. Apalagi bagi mereka yang bahkan untuk makan sehari – hari saja sudah susah. Pemerintah memang mencanangkan pendidikan gratis 12 tahun, namun jika dipikirkan masih banyak biaya lain yang harus ditanggung oleh siswa dan itu tidaklah murah. Seperti biaya untuk pergi ke sekolah, biaya untuk peralatan sekolah, biaya membeli buku, dan masih banyak biaya lainnya.

Hal ini membuat banyak orang tua memilih untuk lebih mementingkan ekonomi mereka jika dibandingkan dengan pendidikan anak mereka.

Untuk makan saja susah, apalagi untuk sekolah?” Itulah yang kerap menjadi ucapan mereka. Selain itu biaya hidup yang semakin tinggi membuat banyak anak yang harusnya masih bersekolah lebih memilih untuk membantu perekonomian keluarga mereka dibanding melanjutkan pendidikannya.

  1. Kurangnya fasilitas yang ada

Yang kedua adalah kurangnya fasilitas pendidikan di Indonesia, bahkan banyak sekolah di Indonesia yang bangunannya sudah tidak layak untuk dijadikan tempat mencari ilmu. Banyak juga sekolah yang kekurangan kelas, tidak memiliki bangku dan meja belajar, kurangnya alat penunjang, tidak memiliki teknologi yang mendukung, dan banyak hal lainnya.

Hal – hal ini yang membuat perkembangan pendidikan di Indonesia tidak dapat berkembang secara optimal. Meski banyak relawan yang sudah berusaha membantu untuk memberikan banyak fasilitas untuk sekolah – sekolah khususnya yang terpencil. Namun jika pemerintah tidak juga mencari cara mengatasi masalah pendidikan di Indonesia satu ini, pastinya bantuan kecil akan sulit untuk menutupinya.

  1. Kurangnya pemerataan pendidikan

kurang meratanya pendidikan di IndonesiaPemerintah dirasa kurang melakukan pemerataan terhadap pendidikan yang ada di kota dan di desa. Hal ini menjadikan adanya tidak seimbangnya kualitas pendidikan yang ada di perkotaan dan di pedesaan. Salah satu yang menjadi fokusnya adalah gaji guru yang ada di kota lebih menjanjikan dibandingkan dengan gaji guru di desa.

Hal ini membuat banyak guru yang memilih untuk bekerja di kota dibandingkan bekerja di desa. Selain itu faktor lain yang membuat masalah pendidikan di Indonesia, adalah bantuan untuk fasilitas pendidikan belum dibagikan secara merata.

Sebenarnya ada cara mengatasi masalah efisiensi pendidikan di Indonesia satu ini, yaitu dengan mengubah sistem sosial yang ada kaitannya dengan sistem pendidikan. Pemerintah harus bisa paham dengan kondisi pendidikan pada setiap daerah, jadi bisa mengambil langkah yang sesuai dengan kondisi di daerah masing – masing. Selain pemerintah, masyarakat harus juga dapat membantu pemerintah untuk bisa mengawasi kegiatan pendidikan.

Jika sistem pendidikan di Indonesia berkembang pesat, tentunya masyarakat juga akan merasakan dampaknya bukan?

      4. Memiliki guru yang tidak terlatih

Dalam pendidikan, guru merupakan faktor yang terpenting dalam hal ini. Hal ini karena guru yang mengajar dan memberikan ilmu pengetahuannya agar murid dapat mendapatkan ilmu pengetahuan.

Seharusnya seorang guru dapat mendidik, melatih, membimbing, dan juga menilai setiap anak didiknya. Jika guru tidak dapat mengajar dan bahkan tidak terlatih, maka proses pembelajaran akan terhambat. Hal ini akan membuat murid akan kurang mendapatkan ilmu dari guru. Padahal tujuan awal mereka bersekolah adalah untuk menambah ilmu dan wawasan agar nantinya bisa menjadi generasi penerus bangsa yang bisa memajukan bangsa dan juga negaranya.

  1. Kurangnya bahan penunjang belajar

Faktor lainnya adalah kurangnya bahan penunjang belajar seperti buku, yang membuat banyak siswa kurang optimal dalam melangsungkan pelajaran dengan baik.

Namun untuk mengatasi masalah ini, pemerintah kini tengah menyediakan buku pelajaran gratis yang seharusnya bisa mengatasi permasalahan tersebut. Buku pelajaran gratis ini dapat digunakan baik oleh siswa atau guru. Selain itu perpustakaan sekolah juga berperan penting untuk sekolah, jadi dengan memperbaiki perpustakaan, dapat membantu menunjang proses pembelajaran.

Selain beberapa faktor di atas, ada juga 7 masalah pendidikan di Indonesia menurut Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia.

Masalah Pendidikan di Indonesia dan Solusinya

masalah pendidikan dan solusinya

  1. Yang pertama adalah program pemerintah yang tadinya wajib belajar 9 tahun dan kini menjadi 12 tahun masih di persimpangan jalan. Program ini dirasa masih belum memiliki payung hukum.

Dan ini menyebabkan tidak ada hal, yang dapat mendorong untuk mewujudkannya. Seharusnya ada UU yang diamandemenkan khusus untuk hal ini, atau juga bisa melalui instruksi dari Presiden dan juga peraturan daerah tentang pelaksanaan ini.

  1. Masalah pendidikan di Indonesia yang kedua adalah angka putus sekolah yang terus meningkat. Hal ini karena banyaknya pungutan liar pada jenjang MA/SMK/SMA.

Padahal pemerintah sudah banyak memberikan program sekolah gratis di setiap kabupaten/kota. Namun nyatanya, kini banyak provinsi yang membolehkan sekolah untuk menarik uang SPP untuk dapat menutupi kekurangan dari anggaran biaya pendidikan. Hal ini seakan tidak membantu pemerintah dalam mewujudkan wajib belajar 12 tahun dan malah menimbulkan masalah baru.

  1. Ketiga ada pendidikan agama di sekolah yang harus dievaluasi dan dibenahi, baik dari pembelajaran maupun gurunya. Bahkan terdapat 78% guru Pendidikan Agama Islam di sekolah setuju jika pemerintah berpacu, berdasarkan syariat Islam. Selain itu, mereka juga mendukung organisasi yang memperjuangkan syariat Islam.

Namun sebenarnya hal ini merupakan hal yang berbahaya bagi keutuhan NKRI, dan ditakutkan jika dibiarkan. Karena itu akan menimbulkan benih – benih intoleran yang radikal di sekolah, yang seharusnya sekolah terbebas dari hal semacam itu.

  1. Masalah mutu pendidikan di Indonesia keempat adalah lemahnya pengakuan negara terhadap pendidikan pesantren dan madrasah. Hal ini karena pendidikan semacam ini tidak sejalan dengan kurikulum nasional.

Apabila, pendidikan agama tidak bisa dilakukan secara instan di sekolah, jadi sekolah perlu bersinergi dengan lembaga pesantren dan juga madrasah untuk bisa memberikan pemahaman agama yang komprehensif.

  1. Kelima adalah masalah pada KIP atau Kartu Indonesia Pintar, yang tidak tepat sasaran dan juga tidak tepat waktu. Selain KIP ada juga program BOS dan BSM.

kartu indonesia pintarMeski tujuan dari program – progam ini adalah untuk dapat membantu mereka yang kesulitan dalam faktor ekonomi. Namun percuma, jika nyatanya masih banyak penerima KIP yang merupakan orang berada dan bukan pada sasaran tepatnya, yaitu orang tidak mampu.

 Seharusnya pemerintah dapat lebih tegas lagi, siapa saja yang dapat memiliki kartu ini. Dengan cara, mengawasi dan bertindak atas pendistribusian yang lambat, sekaligus juga bertindak atas penyelewengan dana yang turut menjadi beban dalam hal ini.

  1. Yang keenam, sesuai dengan faktor yang telah disebutkan di atas, meski sekolah gratis, tapi nyatanya masih banyak pungutan liar merajalela yang disertai kasus kekerasan. Pelaku tidak hanya berasal dari sekolah saja, namun dapat ditemukan dari berbagai arah. Artinya siapa saja dapat menjadi pelaku dari masalah pendidikan satu ini.

Hal ini seakan sulit untuk dikendalikan dan sering lepas dari pengawasan pemerintah. Pungutan ini terutama terjadi di sekolah negeri, yang seharusnya bebas dari pungutan.

Dalam masalah ini, seharusnya Pemerintah mengambil tindakan tegas untuk memberantas oknum – oknum nakal di dalamnya.

  1. Masalah yang menonjol lainnya adalah tidak sesuainya antara dunia pendidikan dengan dunia kerja yang ada di Indonesia. Bayangkan saja, ada lebih dari 7 juta orang yang lulus sekolah namun belum memiliki pekerjaan, sedangkan banyak dunia usaha yang kesulitan untuk menemukan pekerja yang sesuai dengan mereka butuhkan dan siap pakai. Hal ini seakan membuktikan bahwa pendidikan yang diterima di sekolah kurang dibutuhkan oleh para penyedia lapangan pekerjaan.

pendidikan atau kerja

Oleh karena itu diharapkan kurikulum di sekolah yang terus diperbarui itu dapat menjawab masalah yang satu ini.

Jika suatu negara masih memiliki sistem pendidikan yang kurang atau masih memiliki banyak permasalahan. Maka itu harus segera diselesaikan, agar tidak menimbulkan dampak yang berkepanjangan dan juga tidak menimbulkan hal yang tidak diinginkan.

Mungkin sekarang kita kurang, bahkan bisa dikatakan, banyak permasalahan yang ada di Indonesia.

Tetapi, kita harus tetap mendukung Bangsa ini dalam upaya pengembangan pendidikan yang lebih baik. Dan semoga, Pemerintah terus berbenah diri untuk bisa menyelesaikan masalah – masalah yang ada. Kita sebagai masyarakat Indonesia, juga harus membantu pemerintah untuk terus mendukung setiap program yang ada agar lebih mudah mencapai apa yang diharapkan.

FK : masalah pendidikan di indonesia

ORGANIC KEYWORD:

masalah mendasar pendidikan di Indonesia

cara mengatasi masalah pendidikan di indonesia

masalah pendidikan di Indonesia dan solusinya

7 masalah pendidikan di Indonesia

Masalah mutu pendidikan

latar belakang masalah pendidikan

masalah efisiensi pendidikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *